Edi Endi Soroti Garis Sepadan Pantai di Labuan Bajo Banyak Diekspansi Bangunan Usaha

Bangunan megah Pasar Ikan di Kampung Ujung Labuan bajo yang langsung di tepi pantai.
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

LABUAN BAJO, LBJN –— Ketua DPRD Manggarai Barat Edistasius Endi usai pelantikannya Senin (23/9/2019) menyoroti persoalan sulitnya masyarakat mengakses kawasan pantai di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Menurut Edi Endi, garis Sepadan Pantai seharusnya mudah diakses oleh masyarakat. Bangunan usaha Hotel, Restoran dan rumah warga telah mengkapling wilayah sepadan pantai.

“Perda tentang Kepariwisataan berbicara tentang garis sepadan pantai. Mestinya Perda ini mutlak harus ditaati. Tetapi apa yang terjadi, garis sepadan pantai selama ini baik amanat Perda maupun aturan perundangan banyak diabaikan,” kata Edi Endi kepada wartawan.

Edi Endi menyebut salah satunya kawasan terpadu Marina Labuan Bajo, yang jelas-jelas sudah mengekspansi sepadan pantai sehingga masyarakat sulit mengakses wilayah itu.

“Marina yang di depan mata jelas-jelas, wartawan juga bisa lihat sendiri. Tapi saya tidak bilang Marina itu bermasalah” kata Edi Endi.

Edi Endi mengatakan Marina dibangun untuk kepentingan Manggarai Barat. Namun rakyat Mabar tidak semestinya hanya menikmati pendapatan asli daerah (PAD), tetapi harus juga menjadi subjek pembangunan.

“Baik Marina sementara dibangun, atau setelah hotel Marina dibangun, masyarakat Manggarai Barat harus menjadi subjek pembangunan,” kata Edi Endi.

Namun yang terjadi di Manggarai Barat, kata Edi Endi masyarakat masih sebagai penonton pembangunan gedung-gedung mewah dan puas hanya sebagai penonton.

“Masyarakat puas dengan hanya melihat gedungnya mewah-mewah. Tetapi lebih dari itu tidak ada manfaat apa-apa,” kata Edi Endi. (L5-L1)

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini