Jalur Pantura Dibuka, Warga Pulau Boleng Mulai Melintasi Jalan Darat

Pelabuhan Pantura Manggarai Barat di Tanjung Bolerng, Kecamatan Boleng. Gambar diabadikan Sabtu (31/8/2019).

LABUAN BAJO, LBJN — Ketika hendak ke Kota Labuan Bajo, kapal laut alat transportasi utama bagi masyarakat Batu Tiga, Pulau Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT.

Namun sejak jalur darat Pantura Manggarai Barat dibuka beberapa waktu lalu, masyarakat Boleng sudah memiliki alternatif alat transportasi.

Saat hendak ke Labuan Bajo, warga bisa melabuhkan perahu di Tanjung Boleng dan melalui jalur darat meneruskan perjalanan ke kota.

Tanjung Boleng selama ini menjadi pelabuhan utama untuk menumpangi kapal bagi masyarakat Pantura ketika hendak berangkat ke Labuan Bajo.

Di sana terdapat sebuah tambatan perahu sepanjang sekitar 120 meter. Pantauan Labuanbajonews Sabtu (31/8/2019) pelabuan itu tampak sepi.

Jalur Pantura Mabar di sekitar Tanjung Boleng

Hanya ada beberapa perahu nelayan yang berlabuh di sekitar Jeti. Sementara perkampungan agak sepi dari keriuhan warga.

Udin (42) nelayan setempat mengatakan sejak pantura dibuka, ada perubahan pilihan alat transportasi.

“Dulu orang darat ke laut, tapi sekarang terbalik orang laut ke darat. Lewat darat itu lebih aman, apalagi cuaca laut yang buruk saat ini,” kata Udin.

Udin menjelaskan jalur pantura juga memangkas waktu tempuh ke Kota Labuan Bajo. Sebelumnya lewat laut bisa menghabiskan waktu sampai 1,5 jam.

Sementara saat ini melalui daratan hanya membutuhkan waktu tempuh 40 menit sampai satu jam perjalanan. (L-1).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini