Kornelis Dola: Masyarakat Manggarai Inginkan Perubahan

Kornelis Dola,mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Sabtu (21/9/2019).

RUTENG, LBJN—Kornelis Dola, salah satu pendatang baru dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manggarai 2020. Ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Sabtu (21/9/2019).

Kornelis yang didampingi keluarga besarnya itu disambut hangat oleh DPC PDIP Manggarai dan Panitia Pendaftaran yang setia menanti setiap pendaftar.

Siprianus Bhambang yang mewakili DPC PDIP Manggarai mengatakan partai itu terbuka kepada semua putra-putri terbaik Manggarai untuk diusung sebagai kandidat dalam Pilkada 2020 mendatang.

Sipri berharap, Kornelis lebih sering lagi bersosialisasi agar popularitas dan elektabilitasnya teruji dalam survey yang akan dilakukan partai usai masa pendaftaran. Siapa pun yang unggul dalam survey, berpeluang untuk diusung partai itu.

Kornelis mengatakan dirinya sudah mulai bersosialisasi sejak Januari 2019. Ia sudah mengelilingi sejumlah titik di 12 kecamatan se-kabupaten Manggarai. Kornelis mengaku, masyarakat yang dijumpainya menginginkan perubahan yang fantastis di daerah itu.

“Masyarakat ingingkan perubahan. Menginginkan cara-cara baru. Menginginkan hal-hal yang fantastis,” kata pria asal Kecamatan Cibal itu.

Ia mengatakan, pencapaian pembangunan oleh pemerintahan saat ini masih biasa-biasa saja. Belum terlihat hal-hal yang fantastis, yakni hal-hal biasa menjadi kuar biasa.

“Kita belum terlihat sebagai daerah yang terdepan. Belum terlihat sebagai daerah yang maju. Belum terlihat sebagai daerah yang juara. Menjuarai semua aspek pembangunan,” katanya.

Ia mengatakan, Manggarai dikenal sebagai daerah pertanian, namun potensi pertaniannya belum dikelola dengan baik sehingga rakyat bisa hidup makmur dengan potensi pertaniannya.

Manggarai juga dikenal sebagai daerah dengan potensi peternakan. Namun, lagi-lagi potensi oeternakan belum ditagani secara optimal sehingga masyarakat Manggarai belum bisa sejahtera dengan potensi tersebut.

Pelaku bisnis pariwisata itu juga mengatakan, Manggarai dikenal sebagai daerah dengan potensi pariwisata, namun masyarakatnya belum hidup dari pariwisata.

“Jadi, ini belum fantastis. Semuanya jadi abu-abu. Masih samar-samar kelola daerah ini,” ujar mantan Guru Agama Katolik yang kini menekuni bisnis perhotelan di Borong, Manggarai Timur itu.

Kornelis berjanji, jika kelak terpilih sebagai bupati Manggarai, dirinya akan melakukan hal-hal luar biasa untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi daerah agar Manggarai menjadi daerah yang maju dan juara.

Pada kesempatan itu, Kornelis juga menepis isu yang menyatakan bahwa dirinya tidak serius. Ia mengatakan, keseriusannya untuk bertarung dalam Pilkada telah ditunjukkan dengan mengundurkan diri dari ASN meskipun masih masa abdinya masih tersisa enam tahun lagi.

Keseriusan tersebut dibuktikannya lagi dengan gencar melakukan sosialisasi dan kini mendaftarkan diri di partai politik, salah satunya PDIP. Ia juga mengatakan, dirinya dengan latar belakang sebagai guru agama atau Katekis, memegang teguh kejujuran meskipun bagi orang lain, politik tidak identik dengan kejujuran.

Kornelis merupakan orang kedua dari wilayah Kecamatan Cibal yang mengajukan diri sebagai bakal calon bupati. Sebelumnya, bupati Deno Kamelus didaftarkan sebagai bakal calon bupati oleh keluarga besarnya di PDIP. Calon petahana itu tidak bisa hadir saat pendaftaran karena sedang bertugas di Kecamatan Reo. (L2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini