KPK Tentang Dana Desa, Ini Modus Korupsi di Desa

Budi Santoso, Pemateri dari Lembaga KPK.

RUTENG,LBJN —  Budi Santoso dari Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) diundang sebagai pembicara pada seminar tentang Dana Desa di Aula  Manggarai Convention Center Ruteng Jumat (13/9/2019).

Seminar itu digelar dalam rangka memeriahkan 50 tahun kelahiran PMKRI Ruteng di  tanah Manggarai. Budi Santoso berbicara tentang ‘Langkah Preventif Pencegahan Korupsi’.

Menurut Budi kesalahan pengelolaan anggaran Dana Desa berdampak pada upaya penanggulangan kemiskinan.

Ia mengungkap berbagai modus korupsi yang dilakukan aparatur pemerintahan di desa yakni modus mark up anggaran.

“Praktik korupsi dengan cara mark up anggaran masih membelenggu pengelolaan dana desa di banyak daerah,” kata Budi.

Selain harga dinaikan, modus lain korupsi Dana Desa yakni dengan standar kualitas pengadaan barang diturunkan.

Modus ketiga yakni membuat laporan fiktif sehingga terjadi pembengkakan anggaran.

Ia menjelaskan praktek korupsi telah dimulai dari tahapan perencanaan, sebab perencanaan menentukan laporan pertanggungjawaban Dana Desa.

“Titik awal korupsi dimulai dari proses perencanaan. Perencanaaan sangat menentukan  Pertanggungjawaban keuangan,” ungkapnya.

Ia berharap praktek korupsi Dana Desa bisa dicegah, dan aparatur desa mulai fokus memikirkan kesejahteraan masyarakat, bukan kesejahteraan pribadinya. (L2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini