Mendaftar di PDIP, Heri Nabit: Saya Tidak Mau Jadi Wakil Bupati

Herybertus GL Nabit (kanan) ketika mendaftar di PDIP Manggarai, Sabtu (21/9/2019).

RUTENG, LBJN—Herybertus GL Nabit mendaftarkan diri sebagai bakal calon (balon) bupati Manggarai di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sabtu (21/9/2019) pagi.

Wakil Ketua DPC PDIP Manggarai itu menjadi pendaftar pertama pada hari terakhir pendaftaran balon kepala daerah Manggarai di partai itu.

Ia mengatakan, pendaftaran dirinya sekaligus menjawab pertanyaan publik apakah dirinya siap untuk kembali bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manggarai 2020.

“Dengan mendaftar hari ini kami secara resmi menyatakan ikut dalam Pilkada Manggarai 2020,” ujarnya.

Ia juga menepis isu yang beredar bahwa dirinya menerima tawaran sebagai balon wakil bupati untuk mendampingi petahana, Deno Kamelus yang saat ini sedang menjabat bupati Manggarai atau Viktor Madur yang kini masih menjabat wakil bupati Manggarai.

Tidak ada komuniksi tentang tawaran (mendampingi petahana) itu. Saya tidak berpikir ke arah (menjadi calon wakil bupati) itu,” ujar salah satu direktur Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores itu.

Namun sebagai kader partai, lanjut Hery, partai mungkin punya tawaran lain. Partai mungkin akan menugaskan dirinya sebagai calon wakil bupati. Namun hingga saat ini, dirinya tidak bersedia menjadi calon wakil bupati.

“Kalau saya harus ditugaskan sebagai calon wakil, apakah saya bersedia atau tidak. Tetapi pada hari ini saya putuskan saya tidak mau sebagai wakil,” ujarnya.

Hery tiba di sekretariat DPC PDIP di Jalan Arabika Selatan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong pukul 09.00 Wita. Ia didampingi istrinya Meldianti Hagur bersama keluarga besar.

Kehadiran Hery disambut oleh Sekretaris DPC PDIP Manggarai Adventinus Mbejak, Ketua Panitia Pendaftaran Klementinus Sakri, anggota Fraksi PDIP Manggarai Kasmir Jarung, dan sejumlah pengurus partai itu.

Adventinus mengatakan Hery merupakan salah satu kader terbaik PDIP Manggarai. Namun tak berarti partai itu memperlakukan kader lebih istimewa daripada pendaftar lain yang non kader.

“Kami memberi kesempatan yang sama kepada semua kader terbaik PDI Perjuangan juga kepada kader-kader terbaik di luar partai. Kita perlakukan sama. Tidak ada yang diperlakukan istimewa. Tidak ada perlakuan khusus terhadap kader dan non kader,” ujarnya.

Ia memastikan proses di partai itu terbuka dan fair. Siapa pun yang mendaftar di PDIP, diminta untuk melakukan sosialisasi agar berdampak pada survey yang akan dilakukan setelah proses pendaftaran. Partai akan memutuskan berdasarkan hasil survey. Karena itu, semua bakal calon yang telah mendaftar, harus menerima keputusan partai dengan lapang dada. (L2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini