Miris Kota Pariwisata, Labuan Bajo Tidak Miliki Tempat Parkir

Sebuah Mobil Inova yang Sedang parkir di pinggir jalan kampung Tengah di Senggol sebuah kendaraan Dump Truk yang hendak melintasi ruas jalan itu menuju Ruteng Kabupaten Manggarai.
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

LABUAN BAJO, LBJN—Kawasan Kampung Ujung dan Kampung Tengah di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu kawasan yang padat.

Selain merupakan kawasan mobilitas para wisatawan yang datang berwisata, ruas jalan utama dari Kampung Ujung hingga melewati Kampung Tengah itu dipadati oleh berbagai tempat usaha.

Di pingir kanan dan kiri ruas Jalan Soekarno-Hatta itu, berbagai tempat usaha seperti hotel dan restoran, kantor usaha diving, kantor bank, kantor usaha agen travel, apotik, pertokoan, dan berbagai jenis tempat usaha lainnya.

Tempat-tempat usaha itu, tidak memiliki areal parkir pribadi sehingga mengandalkan separuh badan jalan sebagai tempat parkir. Akibatnya, arus transportasi kerap macet karena ukuran jalan menjadi sempit.

Bahkan sering terjadi kecelakaan karena mobil yang melintasi kawasan itu menabrak kendaraan yang sedang parkir.

Tidak ada satu pun rambu-rambu larangan parkir di ruas jalan itu, sehingga para pengguna jalan bisa parkir secara bebas saat sedang berhenti.

Sejumlah Kendaran Parkir di Pinggir Jalan Waktu Siang dan Malam di Ruas Jalan Kampung Ujung Hingga Kampung Tengah, Mabar.

Rivan, salah satu pekerja restoran di kawasan itu mengaku dirinya terpaksa memarkirkan kendaraan di pinggir jalan karena tak ada lagi tempat parkir umum.

“Ya mau bagaimana lagi, kan tidak mungkin datang kerja tidak bawa motor. Kalau bawa motor ya terpaksa parkir disini,” ujar Rivan.

Menurutnya, selama tidak tersedia parkiran umum di ruas jalan itu, maka tidak ada pilihan selain memarkir kendaraan dipinggir jalan dekat tempat ia bekerja.

“Dari segi keamanan memang tidak nyaman. Tetapi itu tadi, masa datang kerja naik ojek kan tambah mahal,” katanya.

Ia berharap, Pemda Mabar segera mencari solusi terkait lokasi parkir.

Selain di ruas jalan itu, di Simpang Pantai Pede, setiap hari sejumlah kendaran travel memilih mangkal dan parkir di pinggir jalan tersebut untuk menunggu penumpang yang hendak menuju kota Ruteng dan Borong. (L3)

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini