Usaha Cukur Rambut, Pelajar di Labuan Bajo ini Layani 15 Pelanggan Tiap Hari

Romi sementara mencukur salah satu pelanggannya di sekitar pertigaan pasar baru Labuan Bajo, Jumat malam (13/9/2019).
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

LABUAN BAJO, LBJN — Romianus Jadur, pelajar SMK Stella Maris Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT harus menahan diri menghabiskan waktu bersenang-senang dengan teman-temannya demi belajar hidup mandiri.

Romi, demikian ia disapa setiap pagi Pukul 09.00 wita berangkat ke tempat usaha cukur rambut milik keluarganya di sekitar pertigaan Pasar Baru Labuan Bajo.  

Di tempat usaha cukur rambut yang belum diberi nama itu, Romi bersama dua pencukur dewasa lainnya melayani pelanggan yang datang.

“Setiap hari saya bisa layani sampai 15 orang. Pagi dari Pukul 09.00 sampai Pukul 12.00 wita,” ceritanya kepada Labuanbajonews Jumat malam (13/9/2019).

Romi sementara ini duduk di Kelas XI Jurusan Perhotelan SMK Stella Maris Labuan Bajo. Romi mengaku harus pandai membagi waktu antara bekerja dan belajar di sekolah.

Ia masuk sekolah siang Pukul 13.00 wita sampai Pukul 17.00 wita. Setelah pulang sekolah, pada Pukul 18.00 wita sampai Pukul 20.00 wita, Romi  berada di tempat kerja lagi.

“Sudah dua bulan saya bekerja di sini. Ada teman saya yang sudah tahu, teman-teman lain belum. Saya senang bisa belajar keterampilan mencukur di sini,” cerita Romi.

Romi mengungkapkan hanya membutuhkan waktu satu hari untuk belajar menguasai peralasan cukur listrik. Sebab ia sebelumnya ternyata sudah terbiasa mencukur manual sejak kelas 1 SMP.

Putra keenam pasangan Benediktus Jehalu dan mama Katarina Tijung ini berkomitmen untuk menekuni keterampilan cukur rambut.

“Saya ingin kuliah nanti bisa sambil membuka usaha cukur rambut. Tidak tahu nanti di mana,” kata Romi.

Romi berasal dari Wontong, Rahong Utara Kabupaten Manggarai. Ia memilih datang ke Labuan Bajo dan tinggal bersama kakaknya di Kaper.

Ia mengaku sangat bersyukur karena kakaknya selalu memberikan pendidikan kemandirian kepadanya selama berada di Kota Labuan Bajo.

“Saya memilih jurusan perhotelan karena jurusan ini sangat menjanjikan. Tapi saya bercita-cita melanjutkan kuliah nanti,” cerita Romi.

Bagaimana ia membagi waktu antara bekerja dan bisa bersantai bersama dengan teman-temannya? Romi mengungkapkan demi mencapai apa yang lebih penting dalam hidupnya, ada hal yang harus dikorbankannya.

“Jam 8 malam saya mulai belajar. Sangat sedikit waktu saya buang untuk hanya nongkrong dengan kawan-kawan,” kata Romi.

Romi mengaku sangat menikmati pekerjaan mencukur rambut. Apalagi ia sudah  menggeluti bakat mencukur rambut sejak ia masih belajar di SMP.

Romi menambahkan di Kota Labuan Bajo belum banyak usaha cukur rambut yang ditangani oleh masyarakat lokal.

Perantau dari Pulau Jawa sudah lama menjadikan pekerjaan cukur rambut ini sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

“Baru sekarang ada pemuda lokal membuka usaha ini. Semakin banyak akan lebih baik,” ujarnya. (L-1)

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini