Bagian Enam:Ritus-ritus dalam Penti Budaya Manggarai

Adi M. Nggoro.
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ritus Tudak Penti

Ritus tudak penti  merupakan rangkuman doa  syukur. Ada beberapa macam  tudak: pertama, tudak khusus pada tempat-tempat ritus barong penti: di compang (semacam pohon beringin di tengah kampung), di wae teku (di tempat air ), di boa (kuburan), di lingko (kebun ulayat), di natas tudak lilik kaba (kerbau) atau mbe (kambing), di mbaru bendar (rumah keluarga).

Kedua, tudak  umum yang dipusatkan di rumah adat (mbaru gendang). Posisi pemangku adat (yang melakukan tudak) duduk selengka (weku) dan bersandar pada siri bongkok (tiang  penyangga utama rumah adat). Letak siri bongkok berada di jantung (tengah) rumah adat. Posisi pemangku adat saat  melakukan tudak langsung membelakangi dan bersandar pada siri bongkok.

Inti tudak  bernuansa doa syukur. Namun spesifik intensi tudak (doa sesajian) tergantung  jenis penti. Jenis penti (tradisi bersyukur) bermacam-ragam: penti beka weki  (turunan berkembang), penti ongko gejur (syukuran memungut hasilpanen), penti waling ntaung (syukuran tahuan), penti  beo (syukuran warga kampung), dll.  

Semua jenis penti tersebut mempunyai spesifik doa sesajian hal bersyukur, misalnya:

(a) penti beo, maka penyelenggara utama dan peserta yang terlibat dalam acara ini adalah semua warga kampung mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk merayakannya. Dan intensi khusus tudak penti beo adalah: syukuran  warga kampung, karena itu semua kepala sub-sub klan dalam kampung (tua panga)  bersatu padu mengkoordinir setiap sub-sub klan untuk terlibat acara penti tersebut.  Keterlibatan itu disertai dukungan penuh keluarga kerabat anak wina  masing-masing keluarga sub klan untuk memberikan dukungan morial dan finansial (sida).

Adapun inti  tudak penti beo naring Mori Jari Dedek latang golo bate lonto natas bate labar kope oles todo kongkol  one lonto leok mbaru gendang, agu cama lewang ngger pe’ang,coma po’e ngger one, paran olo lingkon musi te pangga pa’ang nggaru ngaung, lawang wan koe etan tua,pa’ang olo ngaung musi, manga beka agu buar ( intinya seluruh warga kampung bersatu padu bersyukur kepada Tuhan pencipta dan Penjadi dan juga bersyukur karena turunan telah berkembang biak ).

(b) contoh pesan doa pada acara tudak penti ongko gejur (syukuran atas hasil  panen), yaitu naring Mori Jari Dedek,latang berkak one duat gula we’e mane, dempul wuku tela toni, manga ita hang ciwal,haeng hang kawe, lebo kala weri, wua raci, lincik ici weras wua (syukur pada Tuhan sebagai Pencipta dan Penjadi yang telah melimpahkan rahmatNya sehigga segalakerja keras,jerih paya berkerja menanam tanaman di kebun dapat menghasilkan buah dan panen yang berkecukupan).

(c) Tujuan tudak tidak hanya bersyukur bagi keluarga patrilineal dalam suatu kampung, tetapi juga kepada  semua turunan keluarga kerabat: wa’u (keluarga kerabat patrilineal), anak rona (keluarga kerabat pemberi istri),anak wina (keluarga kerabat penerima istri). Semua keluarga kerabat mempunyai  peran aktif dalam menyukseskan acara syukuran (penti), sehingga dengan demikian tujuan sesajian dalam acara tudak  untuk semua keluarga kerabat.

Oleh karena itu, dalam ritus tudak harus disebutkan nama marga (kampung) semua keluarga kerabat yang hadir. Dan sebagai bukti kehadiran mereka juga selain uang sida (dari kerabat anak wina), beras (dari kelurga kerabat anak rona), juga mereka menyerahkan uang sebagai tanda kehadiran mereka (seng saksin tudak) dan seng urat dia ( uang jawaban sesajian doa tudak diterima) (bersambung)

Oleh Adi M Nggoro, Dosen Unika St.Paulus Ruteng, kini tengah melanjutkan studi Program Doktoral Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang)

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini