Rumah Dilalap Api, Janda di Matim Tak Kuasa Menahan Tangis Melihat Sisa Puingnya

Puing-puing rumah Ibu Fediola Erit yang dilahap Api (20/10/2019)

BORONG, LBJN— Fabiola Erit (35) janda asal dusun Compang Tokol Desa Golo Ndari Kecamatan Pocoranaka tak kuasa menahan tangis melihat sisa-sisa puing rumahnya dilalap api pada Sabtu, (19/10/2019).

Sejumlah barang miliknya tidak ada yang tersisa kecuali pakaian ditubuhnya.

Sambil memangku buah hatinya, wajah perempuan paruh baya itu basah oleh air mata. Febiola menerangkan kerugian materi akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Baca Juga : Pemerintah Desa Golo Ndari Buka Posko Bantuan Untuk Janda Korban Kebakaran Rumah

Sambil mengisahkan keberadaannya sebagai seorang “single parent” alias janda, air mata getir membasahi pipinya. Ia mengungkapkan kekhwatirannya untuk menghidupi ketiga buah hatinya.

“Tidak ada yang tersisa Pak, semua barang dapur, pakaian, beras 50 kg, padi 300 kg hangus terbakar api. Saya seorang janda yang harus menghidupi tiga orang anak. Beras sudah tidak ada, rumah juga tidak ada,” ungkap Febiola.

Selain itu ia juga menerangkan bahwa saat musibah terjadi ia sedang berada di Ruteng untuk menjual kemiri hasil panen miliknya.

“Saya tidak tau penyebab kebakaran itu, karena saat kebakaran, saya sedang berada di Ruteng,” terang Febiola.

Menurut keketerangan kepala dusun Compang Tokol Ravel Udin, tidak diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Ravel menduga sumber api berasal dari tungku yang dipicu angin sehingga menyebabkan rumah tipe 46 itu hangus terbakar.

“Saat kebakaran terjadi, warga sedang berada di lahan perkebunan masing-masing. Selain itu, letak rumah juga jauh dari pusat permukiman warga sehingga tidak bisa dipastikan penyebabnya. Saya menduga api berasal dari tungku yang dipicu angin sehingga menyebabkan kebakaran terjadi,” tutur Ravel saat ditemui di kediamannya, (20/10/2019)

Sedangkan kepala desa Golo Ndari Siprianus Sanar berharap agar semua pihak terutama pemerintah kabupaten Manggarai Timur untuk memberikan bantuan kepada keluarga Febiola .

“Musibah yang terjadi kemarin itu adalah bencana sosial. Musibah yang terjadi dan Keberadaan Ibu Febiolah seorang janda tentu membuat warga desa prihatin. Atas pribadi dan pemerintah desa, saya berharap agar semua pihak yang punya kepedulian terhadap kondisi ini bisa menyalurkan bantuan seikhlasnya, terutama kepada Pemda Manggarai Timur melalui dinas terkait,” tutur Sipri saat ditemui dikediamanya. (Mg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini