ASN yang Ditangkap karena Judi Tidak Ditahan

Polisi Berhasil Menyita Sejumlah Barang Bukti dari Tangan Pelaku.

BORONG, LBJN—Kepolisian Sektor (Polsek) Borong masih mendalami kasus judi kartu remi yang melibatkan lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Manggarai Timur (Matim). Kelima ASN tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka namun polisi tidak melakukan penahanan.

“Oknum ASN tersebut berstatus tersangka namun tidak berarti mereka harus ditahan. Karena alasan perkerjaan sebagai pegawai aktif, maka mereka hanya wajib lapor,” jelas Kapolsek Borong AKP Ongkowijonl Tri Atmodjo melalui sambungan telepon, Rabu (2/10/2019).

Dari lima tersangka, terdapat tiga pegawai negeri sipil (PNS) yakni Yohanes Vianney Modho dan Florentinus Ronaldy Ndarung yang bekerja di Bagian Umum Setda dan Malkus Marluhan Putuh Batumali yang bekerja di Dinas Perikanan.

Dua tersangka lainnya merupakan tenaga harian lepas (THL). Petrus Salestinus Boni bekerja di Bagian Umum Setda Matim dan Emilianus Maru b bekerja di Dinas Pariwisata.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka melanggar pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Kelima tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal sepuluh tahun dan denda maksimal Rp25 juta.

Sebelumnya, kelima ASN tersebut diciduk aparat kepolisian dari Polsek Borong saat sedang berjudi kartu remi di rumah milik Ferdinandus Sensi, di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Matim pada Selasa (1/10/2019) pukul 17.30 Wita.

Sekretaris Darerah Sekda) Matim Boni Hasudungan Siregar menerangkan pihaknya sudah meminta Kepala Bagian Hukum untuk mengonfirmasi kebenaran berita tersebut ke Polsek Borong.

Jika kelima oknum PNS dan THL terbukti melakukan tindak pidana maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan etika profesi masing-masing.

“Akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai ketentuan yang berlaku. Kami akan melaksanakan rapat dulu sebelum menetapkan keputusan,” ujarnya. (Mg1/L2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini