Labuan Bajo Jadi Destinasi Super Prioritas di Indonesia, Kadis Pariwisata Mabar: Masyarakat Jangan Jadi Penonton

Kadis Pariwisata Mabar Agustinus RInus (kanan) menyerahkan SK Bupati kepada Kades Batu Cermin Sebastianus Baa tentang pengelolaan spot wisata Batu Cermin oleh BUMDES Selasa (29/10/2019).

LABUAN BAJO, LBJN — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyerahkan pengelolaan spot wisata Batu Cermin Labuan Bajo kepada BUMdes Desa Batu Cermin Selasa (29/10/2019).

Surat keputusan bupati Mabar itu diserahkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mabar Agustinus Rinus kepada Kepala Desa Batu Cermin Sebastianus Baa.

Peresmian pengelolaan Batu Cermin oleh BUMDes ini dimeriahkan dengan tari caci oleh Sanggar Seni Wela Sambi Batu Cermin dan dihadiri oleh unsur pemerintah, masyarakat dan para pelaku wisata di Mabar.

Gusty Rinus dalam sambutannya mengungkapkan Manggarai Barat patut berbangga karena menjadi salah satu dari sepuluh destinasi prioritas perhatian pemerintah pusat di Indonesia.

Lebih istimewah lagi, karena ternyata dari sepuluh destinasi wisata itu Labuan Bajo tahun 2019 menjadi satu dari empat destinasi super prioritas di Indonesia.

Pemerintah pusat di tahun 2020 menetapkan lima destinasi super prioritas, dan Labuan Bajo masih dalam daftar spot wisata super prioritas perhatian pemerintah pusat.

Konsekuensinya, kata Gusty Rinus,  spot wisata di Labuan Bajo akan didesign menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Maka Labuan Bajo ke depan menjadi milik dunia,” kata Gusty Rinus.

Karena itu pekerjaan berat yang berada di pundak semua elemen masyarakat Mabar adalah jangan sampai menjadi penonton di rumah sendiri. Sebaliknya para pendatang menjadi tuan rumah di rumah kita.

Gusty Rinus mendorong masyarakat Mabar untuk memulai bergerak dan jangan tinggal diam merespon berbagai kemajuan Pariwisata Mabar.

Kata Kadis Gusty Rinus, Dinas Pariwisata sudah menetapkan sebanyak 55 desa wisata dan telah membentuk kelompok sadar wisata. Pemerintah juga sudah membentuk lembaga pengelolah wisata di desa wisata.

Berbagai upaya itu, kata Kadis Gusty Rinus, untuk mendorong pengelolaan wisata di Mabar berbasis masyarakat atau Community Base Tourism.

Di antara semua destinasi wisata di Mabar, kata Gusty Rinus terdapat dua spot wisata yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMDes yakni Cunca Wulang dan Batu Cermin. Kemudian akan menyusul Gua Rangko di Tanjung Boleng.

Ia mengungkapkan Batu Cermin di antara semua spot wisata di Mabar, menerima kunjungan tertinggi ketiga setelah Pulau Rinca dan Komodo. Gua Rangko pada urutan keempat dan Cunca Wulang di urutan kelima jumlah kunjungan.

Karena itu, harap Gusty Rinus, BUMDes serius mengelolah spot wisata Batu Cermin. Ia juga berharap semua spot wisata yang akan dibenahi oleh pemerintah pusat, pengelolaannya tetap diserahkan ke BUMDes. (L1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini