Terketuk Hati Bersama Pater Avent Peduli ODGJ, KKI Matim Rutin Kunjungi Pasien

Koordinator Komunitas Kasih Insanis Orang Dengan Gangguan Jiwa Manggarai Timur Markus Makur mendampingi Suster Anke, Psikiater dari Univesitas Atma Jaya Jakarta Kamis (3/10/2019).

BORONG, LBJN — Aksi kemanusiaan yang dirintis oleh Pater Avent Saur, SVD di daratan Flores, NTT ternyata telah menginspirasi pribadi-pribadi berhati mulia untuk ikut dalam barisan peduli orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Manggarai Timur.

Salah satunya komunitas yang tergabung di dalam Kelompok Kasih Insanis ODGJ Manggarai Timur atau KKI ODGJ Matim. KKI Peduli ODGJ Manggarai Timur mulai bergerak sejak 2017, dan mengunjungi pasien ODGJ di daerah itu.

Koordinator KKI Peduli ODGJ Matim Markus Makur kepada Labuanbajonews.com, Kamis (3/10/2019) mengungkapkan Manggarai Timur masih menghadapi persoalan ODGJ yang dipasung oleh keluarganya tanpa upaya perawatan.

“Padahal para penderita ODGJ ini sangat membutuhkan kepeduliaan sesama, terutama keluarga dekat mereka,” kata Makur.

Bersama relawan KKI ODGJ Matim, Makur secara rutin mengunjungi pasien ODGJ yang tersebar di kampung-kampung di Matim.

“Kami dari KKI Matim menjadi relawan untuk mendata dan mengunjungi penderita gangguan jiwa,” kata jurnalis The Jakarta Post itu.

Makur menjelaskan hasil pendataan oleh KKI Matim terus disampaikan kepada pemerintah daerah setempat agar pasien ODGJ mendapat perhatian yang layak.

Selain mengunjungi penderita gangguan jiwa, KKI Peduli ODGJ Manggarai Timur juga mendampingi para psikiater yang melakukan penelitian dan mengumpulkan data penderita gangguan jiwa.

Salah satunya Suster Anke, seorang psikiater dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Ia didampingi KKI Matim dan relawan ODGJ Manggarai Timur mengunjungi ODGJ di Kampung Keros, Waerana, Kel. Ronggakoe, Kampung Mbapo dan Kampung pandu, Desa Lembur, Kec. Kota Komba, Kamis (3/10/2019).

Mereka melakukan visitasi di tiga kabupaten yakni Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

“Selama ini bersama Pater Avent Saur, SVD mengantar penderita gangguan jiwa untuk dirawat di Panti Renceng Mose Ruteng. Hasilnya, ada beberapa pasien yang sudah pulih,” jelasnya.

Makur berharap akan lahirnya relawan baru di Matim untuk memperkuat barisan masyarakat yang peduli dengan pasien ODGJ.

“Kita peduli, kita pulih. Jangan berhenti berbuat baik. Meski mereka menderita, mereka saudara kita, mereka butuh perhatian dan kasih sayang,” kata Makur

Makur berpesan agar inspirasi yang telah diteladani Pater Avent menjadi panggilan bagi semua masyarakat Flores, NTT untuk peduli dengan ODGJ. (L1).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini