Kerikil Bertebaran Membahayakan Pengguna Jalan Trans Flores

Kerikil sisa proyek berserakan di titik Dahot-Bambor, Sanonggoang ruas jalan nasional Labuan Bajo - Ruteng. Foto: Labuanbajonews.com

LABUAN BAJO, LBJN — Sejak Labuan Bajo ditetapkan sebagai destinasi wisata premium nasional,  pemerintah pusat terus menata kota wisata di ujung barat pulau Flores itu.

Keseriusan pemerintah mendukug pengembangan pariwisata dibuktikan dengan banyaknya kucuran dana pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata.

Perhatian pemerintah tidak saja dilakukan di pusat kota dan beberapa pulau di sekitar Labuan Bajo, tetapi juga dengan memperbaiki ruas jalan utama yang menghubungkan Labuan Bajo dengan kota-kota lainnya di Flores. Salah satunya, jalur Trans Flores ruas Labuan Bajo – Ruteng.

Jalan yang menghubungkan ibukota Manggarai Barat dan ibukota Manggarai itu setiap harinya dilalui banyak kendaraan. Kondisi jalan hampir semuanya mulus karena setiap tahun diperbaiki.

Namun kondisi jalan tak memberikan kenyamanan bagi pengguna. Para pengendara harus ekstra hati-hati karena terdapat banyak “jebakan” berupa kerikil yang bertebaran di beberapa titik. Salah satunya, di titik Dahot hingga Bambor, Kecamatan Sano Nggoang.

Pasalnya, meski pengaspalan di titik itu sudah selesai dikerjakan, namun masih banyak kerikil yang berserakan di sepanjang jalan. Apalagi kerikil paling banyak justru berada pada bagian jalan berupa tikungan dan turunan atau tanjakan.

Edi Mangga, salah seorang sopir travel jurusan Labuan Bajo – Ruteng kepada Labuanbajoews, Kamis (21/11/2019) menyesalkan  kondisi  jalan tersebut . Menurutnya, jalan itu dapat mencederai pengguna jalan.

Ia yang setiap hari melewati jalan itu merasa prihatin dengan hasil pengerjaan jalan.

“Sudah berapa Minggu jalannya seperti ini. Saya selalu hati-hati saat lewat di sini. Takut terjadi apa-apa. Sebaiknya tidak usah dibuat bagus saja kalau hasilnya seperti ini,” tutur Edi.

Ia pun berharap pemerintah segera memperhatikan jalan itu, agar nyaman digunakan.

Hal senada diungkapkan Marto, seorang pengendara sepeda motor yang melintasi jalur itu Rabu (20/11/2019). Kepada labuanbajonews.com Marto menuturkan, saat melewati titik itu, ia nyaris jatuh akibat jalan yang dipenuhi kerikil.

“Sudah lama saya tidak lewat jalur ini. Saya tidak tahu kalau banyak kerikil berserakan. Untung saja, saya kendarai motor dengan kecepatan normal. Kalau tidak, bisa celaka saya,” ujar Marto.

Ia pun menghimbau pengguna jalan lainnya, agar lebih waspada saat melintasi jalur itu.

(L2, L5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini