Menparekraf Berwisata ke Komodo, Trash Hero Labuan Bajo Bicara tentang Sampah

Komunitas Trash Hero Chapter Labuan Bajo saat berada di Komodo

LABUAN BAJO, LBJN — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio berkunjung ke Labuan Bajo Flores NTT Rabu (27/11/2019).

Dan pagi ini Kamis (28/11/2019) rombongan menteri berwisata ke Komodo, Rinca dan Padar.

Informasinya, menteri Wishnu akan menghabiskan senja di Puncak Waringin dan malam menikmati kuliner Kampung Ujung.

Ada harapaan besar masyarakat Manggarai Barat diletakan di pundak Menteri Wishnu. Salah satunya isu kebersihan di destinasi wisata Labuan Bajo yang mendapat sorotan Presiden Jokowi waktu lalu.

Jokowi dalam rapat kabinet di Jakarta, Kamis (21/11/2019) meminta Menteri Pariwisata untuk mengurusi sampah di kota paling ujung Pulau Flores ini.

Sebagai daerah destinasi wisata super premium, Jokowi tentu berharap Labuan Bajo bisa menjadi kota yang indah dan nyaman bagi pengunjung.

Kehadiran Menteri Pariwisata mungkin untuk merealisasikan keinginan Presiden, datang untuk menyelesaikan masalah sampah di Labuan Bajo.

Sebab keindahan alam saja tidak cukup sebagai “jualan” pariwisata Labuan Bajo. Tetapi perilaku dan sikap batin manusia di dalamnya juga tak boleh diabaikan. Oleh karena itu,  membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sesuatu yang mutlak terus dilakukan.

Karena bicara tentang sampah, bicara tentang kesadaran manusia akan pentingnya kebersihan. Ia merupakan sikap batin, jiwa masyarakatnya.

Memang, menyelesaikan persoalan sampah bukan perkara mudah. Dibutuhkan kemauan dan kerja sama keras semua stakeholder.

Pemerintah sebagai “pemandu” harus mampu mendesain solusi yang cerdas, tepat, serta menemukan akar masalah sampah  dari hulu sampai hilir.

Permintaan Jokowi di atas mesti dimaknai sebagai bukti keseriusannya mendukung pariwisata Labuan Bajo.

Di Labuan Bajo sebenarnya sudah ada komunitas kecil yang dengan caranya sendiri terus bergerak mengampanyekan kebersihan di daerah ini. Salah satunya, Trash Hero.

Komunitas ini komunitas biaa. Ia merupakan komunitas pecinta lingkungan yang telah menyebar di seluruh dunia dan kini berjumlah 135 komunitas.

Di Indonesia, Trash Hero memiliki 39 komunitas dan di Flores terdapat 10 komunitas.

Ini adalah kabar yang menggembirakan karena ternyata komunitas ini sudah ada di Labuan Bajo dan terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah.  

Koordinator Trash Hero Chapter Labuan Bajo Sofia kepada awak media Senin (25/11/2019) mengatakan sampah sangat berbahaya bagi kesehatan binatang dan manusia.

“Labuan Bajo kota yang cepat tumbuh, selalu ada orang baru yang datang di Labuan Bajo. Perlu disiapkan tempat khusus untuk pembuangan sampah dan terus membangun kesadaran masyarakat,” kata Sofia.

Ia mengakui tidak ada solusi ampuh yang 100 persen untuk mengatasi sampah.   Tetapi lebih penting adalah mengurangi sampah plastik.

“Jangan pakai sedotan plastik, jangan pakai kantong plastik, selalu cari cara untuk tidak pakai tas berbahan plastik,” kata wanita berdarah Swedia itu.

Ia menambahkan,  Trash Hero Chapter sudah membangun kerja sama dengan Polres Mabar, PKK, perusahaan di Labuan Bajo, pemerintah daerah untuk mengedukasi pelajar dan masyarakat.

Ia berharap agar masyarakat Labuan Bajo membiasakan diri mengurangi sampah plastik.

“Setiap hari Jumat kami bersih-bersih. Hari rabu memberi edukasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah sekali dalam sebulan,” kata Sofia.

Kita kembali ke permintaan Jokowi kepada Menteri Pariwisata. Semoga sehabis jalan-jalan ke Komodo, Rinca dan Padar, Menteri Wishnu mendapatkan inspirasi baru dan dapat mengambil langkah jitu mengatasi sampah di Labuan Bajo.

Bukan saja untuk hari ini, tapi solusi jangka panjang ketika jumlah penduduk di kota ini berubah makin padat dan sampah menjadi persoalan lebih serius. (obeth sabu/feliks janggu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini