Pelaku Penganiayaan Adik Ipar Ditahan, Kondisi di Compang Ndehes Kondusif

Stefanus Man (tengah) saat diamankan oleh polisi. Foto: istimewa

RUTENG,LBJN — Stefanus Man (56), warga Desa Compang Ndehes, Kecamatan Wae Rii, Manggarai kini mendekam di dalam tahanan Polres Manggarai. Ia akan menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menganiaya adik iparnya Wihelmina Indung (48) hingga meregang nyawa pada Sabtu (16/11) lalu.

Pihak Polres Manggarai terus memantau kondisi di Desa Compang Ndehes. Selain memantau, kehadiran pihak Polres juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan pasca insiden tersebut.

“Kasat Intel dan Kasat Binmas memantau di sana. Hingga saat ini, kondisi masih kondusif. Kita harapkan tidak ada yang main hakim sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polres Manggarai AKP Satria Wira Yudha, Senin (18/11/2019).

Pihak Polres sedang mengusut masalah tersebut. Belum diketahui apa yang melatari keduanya adu mulut hingga pelaku menghabisi korban.

Pihak pelaku, jelas Satria, mengaku tak berniat membunuh korban. Apalagi keduanya memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat. Menurut pengakuan pelaku, tindakan tersebut merupakan aksi spontan karena ia emosi setelah keduanya adu mulut dan dimaki oleh korban. Meski demikian, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah menganiaya hingga menewaskan korban.

Sebelumnya diberitakan, Wihelmina Indung (48) dianiaya oleh kaka iparnya, Stefanus Man (56) di Desa Compang Ndehes, Kecamatan Wae Rii, Sabtu (16/11) pagi. Pelaku memukul korban menggunakan kayu alu mengakibatkan korban bersimbah darah dengan luka robek pada kepala bagian belakang dan tulang lengannya patah. Sempat dilarikan ke RSUD Ben Mboi Ruteng, namun korban menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu sore sekitar pukul 17.30 wita. (L2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini