Polisi Akhirnya Menahan Guru Pencabul Siswi SD di Manggarai Barat

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

LABUAN BAJO, LBJN — Kepolisian Polres Manggarai Barat, NTT Kamis (7/11/2019) akhirnya menahan guru honorer berinisial RH di Mapolres Mabar, terduga pelaku pelecehan terhadap siswinya sendiri di SDN Munting Rengeng, Kecamatan Macang Pacar.

“Kami sudah menahan pelaku,” kata Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumawardono, SIK kepada wartawan sore tadi.

Ditambahkan Kapolres Julisa, penyidik juga sudah melengkapi alat bukti visum, keterangan  saksi, keterangan tersangka.

“Kasusnya sudah ditingkatkan ke tahapan penyidikan,” kata Julisa.

Tambah Kapolres Julisa, dalam waktu dekat penyidik akan  turun ke Macang Pacar dan membawa pelaku untuk menunjukkan lima lokasi yang menjadi TKP.

Sebelumnya diberitakan RH, oknum guru olahraga di SDN Munting Rengeng melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya berinisial ASP.

Pelaku sudah melakukan aksinya sejak 2018 lalu. Bersyukur karena korban tidak sampai disetubuhi pelaku.

Meski demikian, perbuatan pelaku sudah menimbulkan trauma terhadap korban. Apalagi disertai ancaman pembunuhan jika korban menceritakan perbuatan pelaku kepada keluarganya.

Tapi akhirnya pada 4 Oktober 2019, keluarga memberanikan diri melaporkan kasus itu ke Polres Mabar dan korban dalam pendampingan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Susteran SsPS Mabar di Labuan Bajo.

Suster Yosefina Palawati, SsPS yang mendampingi korban meminta kepolisian serius menangani kasus itu, apalagi ada anggapan yang melihat masalah itu masalah biasa hanya karena tidak terjadi hubungan badan antara pelaku dan korban.

Menurut Suster Yosefina perbuatan pelaku membawa trauma kepada korban. Ibunda korban sampai saat ini juga tidak bisa menerima putrinya diperlakukan seperti itu oleh pelaku. (L1)

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini