Warga Komodo Ini Enggan Jualan Souvenir di Loh Liang

LABUAN BAJO, LBJN — Abdul Mana, nelayan di Pulau Komodo memilih tetap bekerja sebagai nelayan ketimbang menjual souvenir di Loh Liang.

Tidak seperti sebagian warga yang sudah beralih profesi dan menjual berbagai souvenir di Loh Liang Komodo.

Abdul kepada Labuanbajonews.com Senin (25/11/2019) menyatakan komitmenya tetap menjaga warisan leluhurnya sebagai seorang pelaut.

“Pendapatan sebagai nelayan lebih menjanjikan daripada Pariwisata. Saya baru saja pulang dari laut, bawa hasil tangkapan 140kg Cumi,” cerita Abdul.

Minimal setiap hari Abdul menjual 100 kg Cumi dan dilepas dengan harga Rp.20.000 per kilogram.

“Lumayan lah Pak. Jual souvenir tidak pasti pendapatannya. Kalau tamu beli, baik. Kalau tidak susah,” tambah Abdul.

Yusuf, pedagang souvenir di Loh Liang membenarkan cerita Abdul. Hal itu disebabkan karena persaingan penjualan souvenir cukup tinggi.

Yusuf juga sesalkan mekanisme pemanduan turis yang tidak mengharuskan turis singgah di tempat penjualan souvenir.


“Contohnya Kemarin pak, kapal besar muat 1.000 orang labuh di Loh Liang. Mereka hanya liat Komodo, jualan souvenir kami tidak laku,” kata Yusuf.

Ia berharap pemerintah dan agen travel pikirkan cara terbaik agar jualan mereka laku.

“Banyak turis yang jawab tidak ada uang saat kami tawarkan barang,” kata Yusuf. (Obeth Sabu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini