Konsultasi Publik tentang Amdal, BOP Hujan Interupsi

Peserta Konsultasi Publik Amdal yang di gelar BOP Labuan Bajo, Kamis (12/12/2019)

LABUAN BAJO, LBJN — Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo-Flores menggelar konsultasi publik Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) di aula Kantor Camat Komodo, Labuan Bajo, Kamis (12/12/2019).

Aacara itu dihadiri Tim Kajian BOP, pemda Mabar, beberapa kepala desa, utusan LSM, Pelaku Wisata dan Aktifis Lingkungan di Labuan Bajo.

Di awal konsultasi publik tersebut langsung mendapat penolakan sebagian undangan. Salah satunya undangan bernama Donatus Matur.

Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Mabar itu berpandangan, pariwisata Labuan Bajo sudah dilaksanakan sejak lama.

“Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo tetap berjalan sebelum BOP ada,” kata Donatus.

Ia mengatakan jika BOP hadir untuk kemajuan pariwisata Labuan Bajo, mestinya dilakukan dengan cara yang baik dan melibatkan semua stakeholder.

“Kami mempertanyakan peran tiga Direktur BOP Labuan Bajo-Flores. Kami melihat tidak jelas peran Tiga Direktur itu. Kami pelaku pariwisata selama ini hendak berkoordinasi, tetapi tidak jelas mau koordinasi kemana,” kata Donatus

Pada puncak kegiatan saat tim pengkaji dari BOP Lestari Widodo membacakan isi berita acara yang akan ditandatangani oleh beberapa peserta rapat, ia dihujani interupsi undangan.

Keberatan para peserta rapat karana dalam salah satu point berita acara tersebut menuliskan peserta kegiatan tidak keberatan dengan rapat konsultasi hari itu.

Menanggapi hal tersebut, sebagian peserta mengiterupsi pembicaraan dan meminta isi berita acara tersebut diperbaiki.

Kepala desa Gola Bilas Paulus Durung misalnya, berkeberatan menadatangani berita acara t karena tak ingin dipersalahkan masyarakat.

“Kami hadir di sini mewakili masyarakat. Kami tidak mau di kemudian hari dipersalahkan. Nanti kan ada konsultasi dengan masyarakat, biar BOP sendiri yang jelaskan ke masyarakat,” jelas Donatus.

Direktur BOP Heribertus G. L. Nabit menjelaskan, kehadiran BOP tidak berniat untuk menjadi pesaing bagi pelaku wisata Labuan Bajo.

Ia mengaku pelaku wisata tetap merupakan pelopor majunya pariwisata di Labuan Bajo.

“Kita harus akui, pelaku-pelaku itulah yang membangun pariwisata di Labuan Bajo sampai seperti sekarang ini Labuan Bajo dikenal dunia. Jadi, BOP hadir bukan untuk menjadi pesaing pelaku wisata di Labuan Bajo,” kata Heri Nabit.

Ia juga menjawab beberapa kecemasan warga yang hadir terkait lahan 400 ha digarap BOP.

Ia menjelaskan, BOP dalam mengelola lahan 400 ha tidak serta merta mengkapling lahan-lahan tersebut. Pendekatan budaya akan tetap dilakukan.

“Kami tidak mungkin langsung patok sana sini, tetap megedepankan musyawarah mufakat,” kata Heri Nabit.

Namun akhirnya berita acara yang sempat diperdebatkan itu pun kemudian diperbaiki dengan mencantumkan point keberatan beberapa peserta atas penguasaan lahan 400 ha oleh BOP.

(Obeth Sabu/Feliks Janggu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini