Mantan Kapolres Manggarai Amuk di Tengah Massa Aksi Demo Anti Korupsi di Ruteng

RUTENG, LBJN—Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) menggelar aksi damai memperingati hari antikorupsi sedunia di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (9/12/2019).

Aksi berupa mimbar bebas itu awalnya berlangsung damai. Dikawal oleh aparat kepolisian Polres Manggarai.

Namun aksi itu berubah ricuh ketika mantan Kapolres Manggarai AKBP Marselis Sarimin menerobos barikade pengamanan saat masa aksi berada di depan Kejaksaan Negeri Ruteng.

Ia datang menggunakan mobil warna putih, dan turun di tengah massa aksi, lalu berteriak membentak orator aksi Marsel Ahang.

“Marsel, Turun kau!” teriak Marsel Sarimin dan menolak sejumlah polisi yang berusaha mencegahnya.

Kemarahan Marselis menjadi tontonan hingga ia kembali ke dalam mobil lalu menyetir mobilnya dengan kencang.

Saat itu, ia nyaris menabrak seorang wartawan yang sedang merekam aksinya.

Namun amukan Marselis tak membuat nyali Marsel Ahang ciut. Mantan anggota DPRD dari Fraksi PKS Kabupaten Manggarai itu malah menantang sang mantan Kapolres.

Marsel Ahang mengatakan Marselis Sarimin sebagai Kapolres yang bertanggungjawab atas penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus pengrusakan hutan lindung RTK 18 di Wae Kebong, Kecamatan Cibal.

Di lokasi tersebut, Pemkab Manggarai membangun embung senilai Rp1 miliar dari APBD 2017.

Polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus tersebut.

Namun belakangan dihentikan lantaran kontraktor proyek tersebut jatuh sakit.

“Itu alasan yang mengada-ada. Marselis Sarimin mengamuk karena kita ungkap permainannya saat menjabat Kapolres Manggarai. Dia yang SP3-kan kasus ini,” ujar Marsel Ahang. (L2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini