Selain Potensi Wisata, Mabar Juga Antarpulaukan Hasil Perikanan

Kapal-kapal nelayan Labuan Bajo Foto : Ist.

LABUAN BAJO, LBJN — Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT populer karena potensi pariwisatanya. Kini daerah di ujung barat Pulau Flores itu telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai destinasi super prioritas.

Daerah yang dikenal karena Komodonya itu akan disulap pemerintah menjadi “Bali” baru dan tempat wisatanya menjadi super premium. Tempat yang dikhususkan bagi wisatawan berkantong tebal.

Namun ternyata daerah itu juga memiliki potensi lain yang menjanjikan di bidang perikanan. Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Barat, daerah itu per 2018 mengantarpulaukan 1000 ton ikan.

“Produksi ikan kita per 2018 sebanyak 51 ribu ton. 1000 ton diantarpulaukan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Mabar Yeremias Ontong pekan lalu.

Ia mengungkapkan dari tahun ke tahun produksi perikanan di Manggarai Barat meningkat. Pemerintah terus memberdayakan nelayan dengan bantuan kapal,alat tangkap dan alat bantu tangkap.

“70 persen ikan produksi kita diantar keluar, seperti Pulau Jawa. Kebanyakan ikan tongkol dan kedua ikan teri,” kata Yeremias.

Yeremias menyebutkan jenis ikan yang diproduksi nelayan selain tongkol dan teri yakni gurita besar, Ikan layang, cumi besar, kerapu.

“Bahkan ada yang diekspor seperti lobster, kerapu, kakap, baronang, kepiting bakau dan lainnya,” kata Yeremias. (Feliks Janggu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini