Caca Selek : Sebuah Catatan dalam Rangkaian Acara Syukuran Marten Mitar

Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, Ketua DPRD MAbar Edistasius Endi, dan para tetua adat saat Acara Caca Selek dari anggota DPRD Mabar Marte Mitar di Gendang Bambor, Selasa (14/1/2020).

LABUAN BAJO, LBJN — Manusia makhluk budaya, karenanya manusia tak bisa lepas dari budaya.

Sebagai entitas budaya, orang Manggarai yang mendiami bagian barat pulau Flores memiliki tradisinya sendiri, yang menjadikannya unik dan berbeda.

Hingga kini, masih banyak budaya Manggarai yang masih dipertahankan.

 Salah satu kearifan lokal yang masih di pertahankan yakni, upacara “Selek dan Caca Selek”.

Selek artinya mengenakan pakaian atau asesoris.

Caca artinya buka, melepaskan tali. Caca Selek artinya  melepaskan tali atau asesoris yang digunakan.

Selek dan Caca Selek bagi orang Manggarai, dua kegiatan yang tidak bisa dilepaspisahkan.

Di jaman perang atau kedaluan Manggarai, setiap orang Manggarai yang hendak mengikuti perang atau hajatan besar, selalu diawali dengan upacara Selek. Saat upacara Selek digelar, seluruh perlengkapan perang : Kope (parang), Toda (perisai), Ceca (jimat) dan atribut perang lainnya dikenakan.

Demikian pun saat pulang dari lokasi perang atau hajatan besar, segala atribut itu dilepaskan dalam upacara adat Caca Selek.

Selek dan Caca Selek, juga merupakan aktivitas kita sehari- hari di semua belahan dunia. Sebelum menghadiri kegiatan, kita tentunya mempersiapkan diri dengan berdandan, mengenakan aksesoris dsbnya. Demikian pun setelah pulang, pakaian atau aksesoris yang digunakan tentu dilepaskan.

Dalam hajatan politik di Manggarai, tradisi Selek dan Caca Selek acapkali dilakukan ketika seseorang politisi menyatakan diri maju dalam kontestan Pilkada atau Pileg.

Selasa (14/1/2020) malam, labuanbajonews.com berkesempatan mengikuti upacara Caca Selek dari seorang anggota DPRD Mabar, Marten Mitar, Amd. di rumah gendang Bambor, Desa  Watu Wangka, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat (Mabar).

Acara Caca Selek malam itu, merupakan rangkaian menuju puncak perayaan syukurannya yang  digelar Rabu (15/1/2020) di kampung Bambor.

Selain acara Caca Selek, malam itu juga dipersembahkan beberapa ekor ayam untuk para leluhurnya di kampung itu.

Acara berlangsung khidmat. Para tetua adat dan semua undangan yang hadir mengenakan atribut budaya.

Para tetua adat sedang menggelar uapcara Caca Selek dan memberikan sesajian kepada leluhur di kampung Bambor, Selasa (14/1/2020}.

Dalam konteks budaya, upacara yang digelar Marten Mitar dengan melibatkan para tetua adat malam itu, merupakan cerminan dari kesadarannya sebagai makhluk budaya.

Ia menyadari, keberhasilannya menjadi anggota DPRD Mabar merupakan berkat camput tangan Tuhan dan para leluhur.

Hadir saat kegiatan, bupati Manggarai Barat Agustius Ch Dula, Ketua DPRD Mabar Edistaus Endi, Para tetua adat : kampung Bambor, kampung Rekas,  kampung Rengkas, kampung Wae Jare,  serta keluarga besar, simpatisan dan pendukung Marten Mitar.

Ketua DPRD sekaligus ketua DPD Partai Nasdem Mabar, Edistaus Endi dalam sambutannya usai upacara adat, menyampaikan beberapa catatan untuk rekan separtainya itu.

Menurut Edi Endi, kesuksesan yang dicapai hari ini merupakan campur tangan leluhur dan Tuhan. Karenanya, mengucap syukur kepada leluhur sebagaimana yang digelar malam itu,  adalah keharusan.

“Kita semua besar karena budaya, karena itu jangan lupa dengan budaya. Apa yang dilakukan para tetua adat malam ini, merupakan bekal bagi kita untuk selanjutnya. Upacara seperti ini tidak ditemukan di sekolah,” kata Ketua DPRD Mabar Edi Endi.

Selain itu, Edi Endi juga mengingatkan rekan separtainya, untuk tidak melupakan tempat asal usul dan semua orang yang telah mendukungnya.

“Kalau mau karir politik panjang, neka hemong woras tonas agu neka hemong kuni agu kalo (Jangan lupa mengunjungi kampung halaman dan merawat basis),” kata Edi Endi.

Bupati Mabar Agustinus Ch Dula pada kesempatan itu juga menyampaikan beberapa pesannya untuk anggota DPRD Mabar itu.

Gusti Dula berharap, Marten Mitar bisa menjadi corong aspirasi masyarakat di DPRD.

“Pa Marten, jadikan malam ini titik start perjuanganmu. Nasib Mabar ke depannya ada di pundak orang-orang muda, termasuk Pa Marten. Karenanya, selalu siap diri dan teruslah berjuang,” kata Gusti Dula.

Acara puncak syukuran digelar Rabu (15/1/2020) siang, sedang berlangsung saat berita ini ditayangkan.

(L5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini