Plan Internasional Latih 138 Pengurus KP2AD Nagekeo

MBAY, LBJN — Yayasan Plan International Program Implementasi Area Flores melatih 138 pengurus Kelompok Perlindungan Perempuan dan Anak Desa (KP2AD) dari Kecamatan Boawae dan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay, Kamis (30/01/2020).

Pelatihan ini dibuka oleh Kabid P3A Dinas PMDP3A Bapak Vinsensius Je. Ia mewakili kepala Dinas PMDP3A.

Kegiatan dilaksanakan sampai Jumat, 31 Januari 2020. Pelatihan ini merupakan kerjasama Yayasan Plan International Indonesia kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Nagekeo.

Kerja sama pelatihan bertujuan meningkatan kapasitas pengurus KP2AD dari 23 desa dan 5 OPD yakni Dispendukcapil, Dinsos, DPMDP3A, Dinkes dan KP2AC dari 2 kecamatan yakni kecamatan Boawae dan Kecamatan Keo tengah.

Dalam acara pembukaan, Pak Vinsen Je mengungkapkan isu perlindungan anak sudah menjadi perhatian pemerintah pusat dengan diadakannya rapat terbatas antara presiden dan kabinetnya untuk membahas terkait isu perlindungan dan upaya mencegah kekerasan terhadap anak.

Kedua, kerjasama lintas sektor untuk peningkatan upaya mencegahan tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Harus ada upaya terpadu dan menyeluruh terhadap penanganan kasus kekerasan dan upaya perlindungan anak,” kata Vinsen Je.

Yang ketiga, memperkuat pelaporan terhadap kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Zuniatmi, Deputi Program Implementasi Area Flores mengatakan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus KP2AD untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Meningkatkan ketrampilan pengurus KP2AD dalam pendampingan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Diharapkan setelah penguatan kapasitas ini KP2AD yang dilatih mampu menyusun program kerja perlindungan perempuan dan anak di desa,” katanya.

Yayasan Plan International Indonesia cukup intensif dalam mengembangkan mekanisme ini yang dikenal dengan kelompok perlindungan anak desa ( KPAD ).

Hingga akhir tahun 2017 tercatat sebanyak 942 KPAD yang berdiri di daerah kerja YPII di 4 provinsi dan 12 kabupaten/kota.

Pendekatan ini cukup efektif dalam kontribusi pencegahan dan penanganan korban karena paling tidak sekitar 57% KPAD yang ada di NTT berfungsi dengan baik.

Artinya bahwa lembaga ini melakukan peran dalam edukasi ke masyarakat tentang perlindungan anak.

Di sisi lain bahwa penanganan korban juga meningkat dengan meningkatnya laporan yang ditindaklanjuti oleh KPAD.

Sebagai contoh tahun 2014 kasus kekerasan seksual tercatat sejumlah 32 kasus, meningkat menjadi 51 kasus pada tahun 2015, dan 114 kasus pada tahun 2016.

Kenaikan kasus ini merupakan refleksi meningkatnya kesadaran masyarakat dengan cara melaporkan bentuk kekerasan tersebut.

Di 44 desa dampingan YPII di Kabupaten Nagekeo, terdapat 44 KP2AD telah dibentuk dan 12 KP2AD sudah dilatih pada FY 2019, ada 32 KPAD belum dilatih.

Pengurus KP2AD yang sudah dilatih telah menjalankan fungsi perlindungan anak di desa serta mendampingi korban dan melapor melalui jaringan kerja ke Pusat Perlindungan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kabupaten.

KP2AD yang sudah menjalankan tugas secara baik merupakan bentuk perkembangan positif dan berkontribusi terhadap keselamatan anak dari ancaman-ancaman kekerasan.

Sebagian KP2AD belum dilatih karena disebabkan beberapa faktor, terutama sumber dana dan sumber daya manusia yang terbatas untuk melatih pengurus KP2AD.

Menyadari pentingnya fungsi KP2AD sebagai salah satu institusi di desa untuk perlindungan perempuan dan anak, suatu pendekatan yang cukup efektif dalam memberikan perlindungan perempuan dan anak berbasis masyarakat.

Karena di dalamnya menggunakan unsur pendidikan dan penyadaran kepada masyarakat termasuk anak-anak sebagai subyek perlindungan.

Dengan adanya gerakan-kerakan penyadaran maka sensitifitas keluarga dan masyarakat semakin peka terhadap adanya bentuk-bentuk kekerasan sehingga mudah dicegah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini