Warga Mbehal Berharap, Pembangunan Pelabuhan Menjerite Dibatalkan

Warga Menjerite Mbehal berdiri di sekitar Compang (Altar/Mesbah tempat sesajian di tengah kampung). Foto : Labuanbajonews

LABUAN BAJO, LBJN — Warga Kampung Mbehal yang berdomisili di Menjerite, Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat, NTT mengaku kecewa, lantaran tidak dilibatkan pemerintah pada kegiatan peletakan batu pertama pengerjaan proyek pelabuhan niaga, di Menjerite Kecamatan Boleng,  yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo, Senin (20/1/2020).

Hal itu disampaikan warga Menjerite-Mbehal  saat ditemui Labuanbajonews, Minggu (19/1/2020).

Menurut warga, aktifitas yang dilakukan pemerintah di atas tanah ulayat Mbehal itu, cacat prosedur. Pasalnya, hingga Sabtu, (19/1/2020) mereka belum diberitahu terkait rencana kegiatan tersebut.

Selain itu mereka menegaskan, ulayat Mbehal hingga kini belum belum pernah menyerahan tanah kepada pemerintah untuk pembangunan pelabuhan.

“Kami mendengar informasi dari pemberitaan media, di Menjertie ini akan di bangun pelabuhan. Beberapa hari ini, memang ada aktifitas di tempat yang akan dibangun pelabuhan, hanya kami tidak dilibatkan. Kami nonton saja,” kata warga Menjerite Aquino Samsun

Mereka berharap, Presiden Jokowi membatalkan kegiatan peletak batu pertama pembangunan pelabuhan itu, agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari.

“Semoga presiden mau mendengar keluhan kami, dan membatalkan kegiatan peletakan batu pertama, besok,” kata Aquino Samsun.

Pantauan Labuanbajonews, Minggu (19/1/2020) di tempat yang rencananya akan dibangun pelabuhan, telah dibuatkan tenda dan umbul-umbul, serta beberapa alat berat yang beroperasi untuk pembersihan lokasi.

(L5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini