Bandara dan Pelabuhan Labuan Bajo Ditutup 9 Hari

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0


LABUAN BAJO, LBJN — Kenaikan jumlah pasien Orang Dalam Pemantain (ODP) Corona di Kabupaten Manggarai Barat, NTT meningkat drastis, Bupati Mabar surati Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), menyatakan Bandara Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo ditutup sementara.

Surat bernomor Kesra.440/94/III/2020 itu, dikeluarkan pada Rabu, 25 Maret 2020 dan ditandatangani Wakil Bupati Mabar Drh. Maria Geong.

Dalam salinan surat yang diterima media ini, ada lima (5) point pertimbangan yang disampaikan Bupati Mabar.

Salah satu point yang disampaikan adalah data hasil pengamatan yang didapat per tanggal 18 Maret 2020 hingga 25 Maret 2020. Dalam kurun waktu 8 hari itu, terjadi lonjakan jumlah pasien ODP dari 7 orang menjadi 31 orang.

“Semua pasien dimaksud datang dari daerah tertular Covid-19 yaitu Denpasar, Jakarta dan Surabaya dan saat ini 2 (dua) orang diantaranya sudah berstatua Pasien Dalam Pemantauan (PDP,” penegasan Bupati Mabar pada poin kedua dalam suratnya.

Selain itu, persediaan fasilitas Alat Pelindung Diri (ADP) dan fasilitas kesehatan yang belum memadai menjadi poin pertimbangan Bupati Mabar.

“Persediaan fasilitas Alat Pelindung Diri (ADP) dan fasilitas kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia (masih dalam proses pengadaan dan masih membutuhkan waktu),” poin kelima dalam surat yang disampaikan Bupati Mabar kepada Menhub RI.

Lebih lanjut, Bupati Mabar menyatakan pelabuhan dan Bandara Komodo ditutup selama 9 hari, terhitung sejak 26 Maret 2020 hingga 3 April 2020.

“Berdasarkan point 1 s/d 5 di atas dan demi keselamatan warga masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dan masyarakat Flores umumnya dari infeksi Covid-19, maka dengan ini kami nyatakan bahwa Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat tertutup bagi semua orang dari dan menuju Kabupaten Manggarai Barat  termasuk Labuan Bajo baik melalui darat, laut maupun udara. Dengan demikian seluruh   kapal penumpang termasuk kapal penyeberangan ferry ASDP, kapal penumpang PELNI dan kapal penumpang lainnya serta pesawat udara ditutup pengoperasiannya dalam tenggang waktu 9 (sembilan) hari mulai tanggal 26 Maret pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020 pukul 24.00 Wita,” tegas Bupati Mabar dalam point keenam suratnya. (L5).

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini