Ketiadaan APD, Petugas Kesehatan di Manggarai Pakai Mantel Plastik Tangani ODP dan PDP Corona

Petugas kesehatan di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng mengenakan APD seadanya
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RUTENG, LBJN — Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai kesulitan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Manggarai.

Di RSUD dr. Ben Mboi misalnya, stok APD standar yang tersedia sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat tenaga medis terpaksa menggunakan pengaman seadanya, termasuk mantel hujan, ketika hendak menangani ODP.

Terkait hal itu, Direktur BLUD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, dr. Imaculata Veronica menerangkan, pihaknya telah melakukan pemesanan dalam jumlah yang banyak, tetapi pesanan tidak datang sekaligus.

“Pesanan kita tidak datang sekaligus. Dan tidak bisa dapat dari 1 distributor, karena ada yang stok-nya terbatas dan ada yang melakukan pembatasan (pelayanan pemesanan) pada jumlah tertentu,” kata Direktur RSUD Ruteng.

“Besok pagi bisa dapat 10 dari Kupang. Dari Denpasar, baru bisa kirim hari Jumat.
Dari Surabaya minta waktu Senin depan. Ada yang dari Jakarta, jumlahnya 150 dikirim sejak tanggal 20, sudah sampai Kupang. Yang dari Jakarta itu dihubungi Ibu Naf (dr. Nafsiah Mboi),” tambah Direktur RSUD Ruteng saat dihubungi Selasa (24/3) malam.

Dirinya juga menjelaskan hitungan pemesanan awal mereka adalah sebanyak 200 APD.

“Tapi semua tergantung ketersediaan barang di distributor. Ada yang stock out. Ada yang batasi jumlah pesanan. Ada yang baru bisa minggu depan, dan seterusnya. Makanya yang terjadi, yang hari ini siap, kita pesan,” papar dr. Imaculata Veronica.

Hal senada disampaikan Ketua Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Dr. Deno Kamelus. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menyiapkan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Anggaran tersebut bersumber dari APBD yang sengaja disiapkan untuk penanganan hal-hal yang tidak terduga seperti pandemi Covid-19 ini. Meski demikian, ia mengakui, sampai saat ini masih kesulitan mendapatkan alat-alat penunjang yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kita punya uang. Kita bisa melakukan pergeseran anggaran sesuai dengan petunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, tetapi dalam kondisi ini kita masih sulit mendapatkan itu. Oleh karena itu kami akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat dalam hal pengadaan alat itu,” jelas Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, yang juga sebagai Ketua Komando Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Manggarai itu. (L2-L5)

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini