Selamatkan Ribuan Jiwa Warga, Alasan Utama Pemda Mabar Tutup Pelabuhan dan Bandara Labuan Bajo

Bandara Komodo Labuan Bajo
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0
google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

LABUAN BAJO, LBJN — Menyelamatkan ribuan jiwa warga Manggarai Barat (Mabar) dari paparan virus Corona ata Covid-19, menjadi alasan utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar mengambil langkah ekstrim menutup aktivitas di pelabuhan laut dan bandara Labuan Bajo.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat Drh. Maria Geong dalam konferensi pers Media Center Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat Rabu, (25/3/2020).

“Pertimbangan kemanusiaan menjadi dasar pertimbangan kami menutup akses, terutama akses udara dan laut ini,” tegas Maria Geong.

Lebih lanjut Wabup Maria Geong menegaskan, fasilitas kesehatan di Mabar belum memadai untuk menangani pasien Covid-19.

“Kami membuat keputusan ekstrim karena pertimbangan kemanusiaan. Karena keterbatasan fasilitas. Karena masyarakat panik. Kami tidak bisa membiarkan keresahan masyarakat. Kami tau ini sangat dilematis, karena kita semua punya potensi tertular dan jika ada yang tertular, siapa yang mau bertanggung jawab,” tanya Maria Geong.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Bupati Mabar telah menyurati Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Rabu 25 Maret 2020, perihal penutupan aktivitas pelabuhan dan bandara Labuan Bajo.

Ada lima (5) point pertimbangan yang disampaikan Bupati Mabar dalam Surat bernomor Kesra.440/94/III/2020 itu.

Salah satu point yang disampaikan adalah data hasil pengamatan yang didapat per tanggal 18 Maret 2020 hingga 25 Maret 2020. Dalam kurun waktu 8 hari itu, terjadi lonjakan jumlah pasien ODP dari 7 orang menjadi 31 orang.

Selain itu, persediaan fasilitas Alat Pelindung Diri (ADP) dan fasilitas kesehatan yang belum memadai menjadi poin pertimbangan Bupati Mabar.

“Persediaan fasilitas Alat Pelindung Diri (ADP) dan fasilitas kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia (masih dalam proses pengadaan dan masih membutuhkan waktu),” poin kelima dalam surat yang disampaikan Bupati Mabar kepada Menhub RI.

Lebih lanjut pada point’ keenam suratnya, Bupati Mabar menyatakan pelabuhan dan Bandara Komodo ditutup selama 9 hari, terhitung sejak 26 Maret 2020 hingga 3 April 2020.

“Berdasarkan point 1 s/d 5 di atas dan demi keselamatan warga masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dan masyarakat Flores umumnya dari infeksi Covid-19, maka dengan ini kami nyatakan bahwa Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat tertutup bagi semua orang dari dan menuju Kabupaten Manggarai Barat  termasuk Labuan Bajo baik melalui darat, laut maupun udara. Dengan demikian seluruh   kapal penumpang termasuk kapal penyeberangan ferry ASDP, kapal penumpang PELNI dan kapal penumpang lainnya serta pesawat udara ditutup pengoperasiannya dalam tenggang waktu 9 (sembilan) hari mulai tanggal 26 Maret pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020 pukul 24.00 Wita,” tegas Bupati Mabar dalam point keenam suratnya.
(L5).

google.com, pub-5332806438229511, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini